Persatuan Mahasiswa Mesin Malang (PM3) adalah salah satu organisasi ekstra kampus tingkat regional yang dikenal dan disegani di tingkat nasional. Sebuah lembaga yang bertugas melaksanakan kegiatan pengembangan dalam bidang keilmuan, sumber daya serta pengabdian masyarakat dalam wujud kesatuan Mahasiswa Mesin Malang Raya yang solid. PM3 bertujuan mewujudkan dan menjalin kekeluargaan antar sesama anggota, membentuk watak mahasiswa yang memiliki integritas kepribadian yang tinggi secara mandiri, mempunyai intelektual yang baik, berprestasi, religius, serta peka terhadap sosial. PM3 juga menjadi wadah pembelajaran bagi anggotanya dalam berorganisasi untuk menebarkan manfaat dan membawa kearah kemajuan.

Anggota PM3 di regional Malang terdiri dari seluruh Himpunan Mahasiswa Mesin Perguruan Tinggi se-Malang Raya dengan jumlah 11 institusi yaitu Universitas Brawijaya Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Katolik Widya Karya Malang, Universitas Negeri Malang, Politeknik Negeri Malang, Universitas Islam Malang, Universitas Merdeka Malang, Universitas Widyagama Malang, Institut Teknologi Nasional Malang, Universitas Gajayana Malang, dan Universitas Islam Raden Rahmat Kepanjen Malang.

Kegiatan Makrab dilaksanakan pada Sabtu, 19 Oktober 2019 bertempat di Universitas Katolik Widya Karya Malang dengan tema “Eratkan Solidaritas Hargai Perbedaan Demi PM3 Yang Lebih Baik” yang diikuti oleh pengurus Persatuan Mahasiswa Mesin Malang, yaitu delegasi dari 12 Himpunan Mahasiswa Mesin se-Malang Raya.
Maksud dan tujuan dari kegiatan makrab ini adalah :
1. Menambah wawasan dan pemikiran yang luas tentang suatu hal yang baru yang berada di luar kampus.
2. Mahasiswa dapat mengikat rasa kekerabatan lebih dalam lagi untuk kekuatan persaudaraan dan keorganisasian.
3. Mahasiswa sebagai insan yang mampu mengembangkan nalar kritis, analitis, dalam setiap permasalahan. Mahasiswa menjunjung tinggi moral dan etika akademik. Mahasiswa mampu melakukan transformasi keilmuan sesuai dengan disiplin ilmunya menuju ke arah rekonstruksi sosial yang berkeadilan.

(Iga Yuswantoro, Dewan Pertimbangan PM3 2018-2019)