Malang, 29 Oktober 2025 – Program Studi Teknik Sipil Unika Widya Karya sukses menggelar kegiatan tahunan Refreshment and Excursion Study (RES). Dengan fokus utama pada pengelolaan lingkungan dan infrastruktur, seluruh mahasiswa dan dosen Teknik Sipil memilih TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Supit Urang di Kota Malang sebagai lokasi studi vital.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Oktober 2025, ini bertujuan untuk menjembatani teori rekayasa sipil dengan aplikasi lapangan, khususnya dalam menghadapi tantangan manajemen sampah perkotaan yang kian kompleks. TPA Supit Urang dipilih karena merupakan salah satu TPA yang menerapkan sistem sanitary landfill dan telah menjadi proyek percontohan, bahkan mendapatkan pujian dari Menteri PUPR.
RES kali ini secara khusus menyoroti peran sentral Insinyur Sipil dalam merancang dan memelihara infrastruktur pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Peserta diberikan penjelasan mendalam mengenai teknologi yang diterapkan di TPA Supit Urang, yang dibangun melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman dalam Program Emission Reduction in Cities (ERIC-SWM). Ketua Pelaksana (Servasius Diki Sapulette) menyatakan, “Melihat langsung teknologi di TPA Supit Urang memberikan wawasan nyata bagi mahasiswa bahwa Teknik Sipil berperan krusial dalam menciptakan infrastruktur vital yang ramah lingkungan.”
Kegiatan RES dimulai dengan sesi presentasi yang menghadirkan narasumber Dr. Ir. Anna Catharina, M.Si. (Dosen Teknik Sipil Unika Widya Karya), Dr. Arif Dermawan, S.T., M.T. (Ka. UPT TPA Supit Urang), Jenny Setyo Widarti, S.T. (Senior Engineer PT. Cahaya Mas Cemerlang). Kemudian para peserta diajak untuk mengamati detail pemrosesan limbah mulai dari laboratorium, penyortiran, hingga instalasi pengolahan air lindi (leachate). Ketua Prodi Teknik Sipil Unika Widya Karya (Dr. Lila Khamelda, S.T., M.T.), menegaskan, “Pengelolaan TPA yang baik mencerminkan kualitas perencanaan infrastruktur perkotaan. Melalui RES ini, kami ingin menanamkan kepada mahasiswa bahwa Teknik Sipil adalah garda terdepan dalam pembangunan yang berkelanjutan. Kami menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai struktur, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kelestarian lingkungan.”
Setelah sesi edukasi intensif di TPA Supit Urang, kegiatan RES dilanjutkan dengan acara wisata keakraban di Bumi Perkemahan Bedengan, Dau, Kabupaten Malang. Di Bedengan, kegiatan diisi dengan acara santai menikmati suasana alam pegunungan yang sejuk. Semangat kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat mendukung suasana akademik yang lebih kolaboratif di Program Studi Teknik Sipil Unika Widya Karya.
Secara keseluruhan, kegiatan RES tahun ini tidak hanya berhasil meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa dalam isu lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga memperkuat jalinan kekeluargaan di lingkungan Program Studi Teknik Sipil Unika Widya Karya. Kesuksesan RES 2025 membuktikan komitmen Program Studi Teknik Sipil Unika Widya Karya dalam memberikan pengalaman belajar holistik, menggabungkan kecerdasan teknis, wawasan lingkungan, dan semangat kebersamaan.