Kuatkan Akar Kekeluargaan: Sarasehan Sipil (SS) Unika Widya Karya Pererat Hubungan Dosen, Alumni, dan Mahasiswa

11/10/2025

Malang, 11 Oktober 2025 — Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Unika Widya Karya menggelar kegiatan Sarasehan Sipil 2025. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan mempererat hubungan antara dosen, mahasiswa, serta alumni, sekaligus menjadi wadah untuk menyalurkan ide, kreativitas, dan inovasi mahasiswa di bidang ketekniksipilan.
Kegiatan dibuka dengan Sarasehan Sipil yang dihadiri oleh seluruh civitas akademika Program Studi Teknik Sipil, mulai dari dosen, mahasiswa aktif, hingga perwakilan alumni. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pelaksanaan SS, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara dosen dan mahasiswa. “Kita ingin memperkuat rasa kekeluargaan dan kebersamaan di lingkungan Teknik Sipil melalui sarasehan ini. Mahasiswa bisa menyampaikan aspirasi, sementara dosen dapat memberikan arahan serta dukungan agar prodi kita terus berkembang,” ungkap Hildegardis Tiba Nipa.
Sarasehan diawali dengan kegiatan sharing pengalaman dari dosen (Dr. Ir. Anna Catharina, M.Si.) dan alumni (Handriyanto Wibowo, S.T.) yang dilengkapi dengan sesi tanya jawab. Usai sharing, kegiatan dilanjutkan dengan Kompetisi Jembatan Mini yang menjadi acara paling dinanti oleh para mahasiswa. Kompetisi ini menantang mahasiswa untuk merancang dan membuat model jembatan yang efisien, kuat, dan estetis dengan bahan dan dimensi yang telah ditentukan oleh panitia.

Peserta berasal dari berbagai angkatan dan terbagi dalam 4 tim. Tiap tim harus mampu menerapkan prinsip rekayasa struktur, perhitungan beban, serta efisiensi material yang telah dipelajari dalam perkuliahan. Tahapan kompetisi meliputi proses perancangan, presentasi konsep, hingga uji beban untuk menilai kekuatan jembatan yang dibuat. “Kami ingin mengasah kemampuan analitis dan kreativitas mahasiswa melalui lomba ini. Mereka tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga mengaplikasikannya dalam bentuk karya nyata,” ujar Dekan Fakultas Teknik (Dr. Sunik., S.T., M.T.).

Dewan juri yang terdiri dari dosen Prodi Teknik Sipil menilai setiap karya berdasarkan beberapa aspek, yaitu desain struktural, inovasi, kekuatan, efisiensi material, dan estetika. Suasana kompetisi berlangsung seru dan penuh semangat, diiringi sorak-sorai mahasiswa yang mendukung tim favorit mereka. Kompetisi dimenangkan oleh Kelompok 3 yang diketuai oleh Metodius Valentino.

Kegiatan Sarasehan Sipil bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi simbol kuatnya ikatan kekeluargaan di lingkungan Program Studi Teknik Sipil. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan ruang untuk mengekspresikan diri, bekerja sama dalam tim, serta belajar berkompetisi secara sehat dan sportif.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran karakter, dimana mahasiswa didorong untuk berpikir kritis, bekerja secara kolaboratif, dan bertanggung jawab terhadap hasil karyanya. Semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan dapat membawa dampak positif bagi lingkungan akademik dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap prodi.

Kegiatan diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama seluruh peserta, dosen, dan panitia. Suasana hangat dan penuh tawa menutup rangkaian acara dengan kesan mendalam. “Acara ini luar biasa. Selain menambah pengetahuan dan pengalaman, kami juga merasa semakin dekat dengan dosen, alumni dan teman-teman lintas angkatan,” ujar Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Sipil (Marianus Kabul). Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Unika Widya Karya semakin menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan akademik yang aktif, kreatif, dan berorientasi pada pembentukan generasi insinyur sipil yang kompeten, inovatif, dan beretika